Monday, September 1, 2008

Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan

Assalamu'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT dan mengumandangkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya, kami menyelenggarakan Tasyakuran 4 Bulan kehamilan istri saya untuk anak pertama kami yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2008 yang dibimbing oleh Ustad H. Nasution di Rumah kediaman kami. 
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa restu para pembaca, untuk calon bayi, cucu/anak kami dan ibunya. 
Semoga Allah SWT memudahkan kelahirannya, selamat bayi dan ibunya, tidak kurang satu apapun. 
Semoga kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah, pintar dan cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani-rohaninya, berguna dan bermanfaat bagi orang tuanya, agamanya, bangsa dan negaranya serta dipanjangkan umurnya agar bisa memberikan keindahan dunia ini dan memperbanyak amal baik nya. Amin... 
Terima Kasih, semoga Allah SWT memberikan Rahmat dan Hidayahnya kepada kita semua. Amin... 
Wassalmu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  
DiBlog ini akan saya sampaikan isi dari apa-apa yang di baca pada saat Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan istri saya. 
Dan semoga bermanfaat untuk kita semua. 

1. Surah Al-Fatihah 1 - 7 


Artinya : 

1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. 

3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

4. Yang Menguasai Hari Pembalasan. 

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. 

6. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. 

7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat. 


2. Surah Al-Mukminun Ayat 12 - 14 

 
Artinya : 

12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. 

13. Kemudian Kami jadikannya (sari pati itu) air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh. 

14. Kemudian Kami ciptakan air mani itu (menjadi) segumpal darah, lalu Kami ciptakan segumpal darah itu (menjadi) segumpal daging, lalu Kami ciptakan segumpal daging (menjadi) tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik. 


3. Surah Al-Baqarah Ayat 233 

 
Artinya : 

233. Pada ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karana anaknya, dan pewarispun berkewajiban seperti demikian. Maka apabila keduanya ingin menyapih (sebelum) dua tahun dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak berdosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain maka tidak berdosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 


4. Surah Luqman Ayat 12 - 14 

 
Artinya : 

12. Dan sesungguhnya kami telah memberikan nikmat kepada Luqman, (yaitu): "Agar bersyukurlah kepada Allah, dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), masa sesungguhnya dia hanyalah bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". 

13. Dan ketika Luqman berkata anaknya, dan dia memberi pelajaran kepadanya: "Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." 

14. Dan kami wasiatkan kepada manusia, (supaya berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam dua tahun, agar bersyukur kamu kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, Kepada-Kulah tempat kembalimu. 


5. Surah Al-Ahqaf Ayat 15 

 
Artinya : 

15. Dan kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik terhadap kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula), mengandungnya dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia sampai dewasa dan (umurnya) sampai empatpuluh tahun dia berkata: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Engkau berikan kepadaku dan kepada orang tuaku, agar aku (dapat) beramal sholeh yang Engkau Ridhoi, dan berilah kebaikan kepadaku pada keturunanku, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". 


6. Surah Maryam Ayat 18 - 22 

  
Artinya : 

18. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada (Tuhan) Yang Maha Pemurah (janganlah kamu mengganggu aku) jika kamu adalah orang yang bertaqwa". 

19. Dia (Jibril) berkata: " Sesungguhnya aku hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". 

20. Maryam berkata: "Bagaimana aku (akan memperoleh) seorang anak laki-laki sedang tidak (pernah) seorang manusia menyentuhku dan aku bukan seorang yang lajang". 

21. Dia (Jibril) berkata: "Demikianlah (kejadiannya)". Tuhanmu berfirman: "Hal itu mudah bagi-Ku, dan Kami hendak menjadikannya sebagai suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan (hal itu) adalah suatu perkara yang mudah diputuskan. 

22. Maka ia (Maryam) mengandungnya, lalu ia menjauhkan diri dengan (kandungannya) ke suatu tempat yang jauh. 


7. Surah Yusuf Ayat 1 - 6 

 
Artinya : 


1. Alif laam roo. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang nyata (dari Allah). 

2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. 

3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Quran ini kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. 

4. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata pada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku". 

5. Ayahnya berkata: "Hai anakku janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". 

6. Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi). Dan diajarkan-Nya kepadamu sebagaian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 


Berikut ini Doa-doa yang dipanjatkan pada Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan istri saya. 

  

Doa Keselamatan Selama Kelahiran. 


Artinya : 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang 

Ya Allah, 

Periharalah dia selama berada dalam kandungan ibunya. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang bisa meyehatkan. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun. 

Ya Allah, 

Bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. 

Ya Allah, 

Keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna. 

Ya Allah, 

Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. 

Ya Allah, 

Panjangkalah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskalah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. 

Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. 

 

Doa Selamat

 
Artinya : 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Ya Allah, 

Kami mohon kepada-Mu keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya ilmu, berkahnya rezeki, tobat sebelum mati, dan ampunan sesudah mati. 

Ya Allah, 

Ringankanlah kami nanti di waktu sakaratul maut, dan selamatkanlah dari siksa api neraka dan memperoleh ampunan, di saat hari perhitungan. 

Ya Allah, 

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia). 

Ya Allah, 

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikkan di dunia dan di akhirat serta periharalah kami dari siksa api neraka. 

Amin... Ya Rabbal 'Alamin...

Friday, August 29, 2008

Artikel - Mengelola Rapat

PENGANTAR

Pimpinan perlu memandang diri mereka sebagai menajer yang seyogianya dapat mendayagunakan sumber daya perusahan (manusia, dana, bangunan, peralatan, informasi, teknologi) secara produktif untuk memastikan perusahaan dapat menyediakan produk yang bermutu bagi para karyawannya. Dalam penyelenggaraan perusahaan yang produktif ini, rapat merupakan aspek praktis yang penting. Jika dipakai sebagai sarana manjemen, rapat akan sangat bermafaat. Namun, dalam kenyataan rapat-rapat yang diadakan cenderung tidak membuahkan hasil yang diinginkan serta hanya membuang-buang waktu, energi, dan pikiran. Menyelenggarakan rapat yang efisien dan efektif tidak tergantung pada intuisi dan keberuntungan, tetapi pada keterampilan manajemen yang efektif.


SIKAP TERHADAP RAPAT

Keberhasilan setiap rapat bergantung pada kerja sama dan dukungan yang diperoleh ketua rapat dari peserta rapat. Jadi, ketua rapat perlu mengetahui bagaimana sikap orang-orang terhadap rapat. Diantara banyak alasan orang tidak menyukai rapat, yang berikut dipandang paling umum dikemukakan. Kepemimpinan yang jelek: Ketua rapat tidak dapat memfokuskan diskusi pada inti masalah sehingga pembicaraan tidak mengarah pada tujuan yang diinginkan. Ketua rapat juga tidak dapat berfokus pada aspek-aspek diskusi yang memotivasi anggota. Kemungkinan juga ketua rapat terlalu mendominasi proses rapat.

Tujuan tidak jelas: Para peserta tidak tahu persis apa yang akan dicapai melalui rapat.
Kurangnya komitmen: Tugas tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh anggota panitia.
Tidak ada fokus yang jelas: Misalnya, “Apa yang seharusnya kita lakukan hari ini?”
Rekomendasi dinafikan: Pimpinan tidak tanggap terhadap rekomendari panitia.
Tidak ada kesimpulan: Masalah memang didiskusikan, tetapi tidak ada kesimpulan yang dicapai atau keputusan diambil.
Tidak ada tindak lanjut: Anggota tidak dapat penugasan.
Dominasi: Seringkali satu orang mendominasi rapat, mendorong orang lain untuk menyetujui pendapatnya, sementara yang lain berpikir apa gunanya mereka mengikuti rapat.
Kurangnya persiapan: Agenda rapat tidak disiapkan dan bahan rapat yang diperlukan tidak tersedia.
Agenda tersembunyi: Sebagaian peserta bangkali memiliki tujuan sendiri yang lain dari agenda rapat, sehingga mereka hanya mengarahkan diskusi yang dipandang penting bagi tujuannya. 


RAPAT YANG EFEKTIF

Di antara faktor-faktor yang dapat mengefektifkan rapat mencakup yang berikut.
Tujuan yang jelas: Apa saja yang ingin dicapai melalui rapat dan bagaimana partisipasi yang diharapkan dari peserta untuk mencapai tujuan itu.

Pengendalian waktu yang seksama: Rapat dimulai dan diakhir sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.
Pendapat dihargai: Anggota rapat menyimak dan peka dengan pendapat orang lain.
Suasana informal: Peserta terdorong untuk berkontribusi dalam diskusi jika suasana rapat besifat informal.
Persiapan yang baik: Baik ketua maupun anggota melakukan persiapan dengan baik dan bahan rapat tersedia.
Komitmen: Anggota rapat memenuhi syarat dan berminat, ingin menjadi bagian rapat.
Tidak ada gangguan: Tidak ada interupsi selama rapat, atau diusahakan seminimal mungkin.
Notulen rapat: Ada notulen rapat yang mendokumentasi proses dan hasil rapat. Ini diperlukan untuk rapat yang diadakan berikutnya.
Evaluasi kemajuan: Rapat terhenti secara berkala untuk meninjau kemajuan yang dicapai.
Penghargaan upaya: Anggota rapat merasa bahwa mereka memperoleh penghargaan tertentu atas upaya meraka.
Tanggapan pemimpinan: Hasil rapat diterima dan digunakan sebagai kontribusi pimpinan. 


PERLUKAH DIADAKAN RAPAT?

Bagaimana pemimpin dapat menghindari rapat yang membuat orang frustasi? Harus dilakukan upaya untuk merencanakan rapat yang produktif. Keputusan pertama yang perlu diambil adalah apakah rapat itu memang penting atau tidak.
Tampaknya hampir jelas menyebutkan adanya kebutuhan yang sahih untuk mengadakan rapat. Desain rapat bergantung pada tujuannya dan pada harapan pencapaian hasil. Beberapa alasan yang sahih untuk mengadakan rapat mencakup yang berikut:

• Berbagai informasi.
• Merencanakan program yang akan datang.
• Mengkoordinasikan kegiatan.
• Memecahkan masalah, mengambil keputusan
• Mengumpulkan informasi, memperoleh balikan, meninjau ulang kegiatan yang telah dilaksanakan.
• Membuat kebijakan.
• Memotivasi, mengilhami.
• Melatih, mengarahkan.
• Memberikan dukungan, membangun kepaduan.

Banyak pemimpin mengadakan rapat karena rapat itu memang harus dilakukan. Adakalanya mereka juga mengadakan rapat untuk rapat itu sendiri. Rapat seperti ini sering memboroskan waktu, dan tidak berkontribusi apapun bagi peningkatan manajemen sekolah.
Diantara alasan yang anda ajukan kemungkinan adalah bahwa tujuan rapat tidak absah. Hal-hal berikut menyajikan tujuan rapat yang perlu dipersoalkan.

• Diharuskan atau diharapkan.
• Sudah dijadwalkan.
• Menangani individu dalam situasi kelompok.
• Untuk menghukum dan menegur.
• Untuk mengendalikan.
• Untuk menonjolkan diri – pemuasan ego.

Dengan asumsi ada alasan yang absah untuk mengadakan rapat, pertanyaan berikutnya adalah: Apakah rapat merupakan cara terbaik untuk tujuan? Misalnya, jika ada informasi yang perlu disampaikan, perlukah seseorang mengadakan rapat untuk menyampaikan informasi itu secara tertulis? Syarat utama yang menentukan perlu tidaknya rapat adalah jawaban atas pertanyaan berikut: Apakah orang-orang harus bertemu langsung untuk mencapai tujuan yang diinginkan? Jika jawaban ya, maka rapat memang mungkin diperlukan. 


JENIS RAPAT

Rapat dapat berlangsung dalam beberapa bentuk yang berbeda, dari yang berupa curah gagasan kreatif sampai dengan rapat komite perusahaan yang formal. Berikut ini disajikan beberapa bentuk rapat yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai pemimpin.

Statutori: Peraturan mengharuskannya, misalnya, rapat komite perusahaan.
Manajerial: Diperlukan dalam pengurusan perusahaan, misalnya menyampaikan kebijakan, mengarahkan, mendelegasikan tugas, membahas masalah, mengambil keputusan kelompok, dan seterusnya.
Kreatif: Untuk menghimpun gagasan, membuka kemungkinan baru, dan sebagainya yang intinya adalah menghasilkan sesuatu yang inovatif.
Negosiasi: Untuk menghasilkan solusi masalah. Misalnya, pihak yayasan dan perusahaan bersepakat untuk menaikkan gaji karyawan setelah bernegosiasi.
Publik: Untuk melaporkan pelaksanaan tugas kepada kelompok. Misalnya, rapat umum tahunan perusahaan dimana antara lain dibahas hal-hal yang menyangkut keanggotaan, diskusi masalah publik, dan hal-hal lain yang menyangkut perusahaan. 


PERANAN PESERTA

Dalam rapat apapun ada sejumlah peran yang dilaksanakan. Hal ini cukup umum di hampir semua rapat.
Ketua
Tugas ketua:
• Mengkoordinasikan perkerjaan panitia
• Memastikan bahwa aturan dan prosedur ditaati
• Mengadakan rapat agar semua anggota mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat
• Bertindak sebagai ‘wasit’ dalam ketidaksepakatan, mengarahkan rapat untuk mengambil keputusan
• Memastikan bahwa dokumen disimpan dengan efisien
• Mendorong adanya hubungan kerja yang baik dikalangan anggota perusahaan
• Bertindak sekalu pemimpin rapat. 

Sekretaris
Tugas sekretaris:
• Melakukan urusan administrasi rapat
• Mengorganisasi rapat dan merekam proses dan hasil rapat
• Berhubungan erat dengan ketua dalam penyelenggaraan rapat
• Berusaha agar anggota rapat dan pihak berkepentingan dengan rapat tetap memperoleh informasi
• Bertindak sebagai ‘tangan kanan’ ketua. 

Bendahara
Tugas bendahara:
• Memantau aktivitas keuangan rapat
• Mencatat semua transaksi keuangan, menyampaikan lapora kondisi keuangan secara teratur kepada rapat
• Berhubungan dengan auditor eksternal yang akan memeriksa pembukuan
• Memberi masukan kepada panitia dalam hal pengeluaran keuangan. 

Anggota Panitia
Tugas anggota panitia antara lain:
• Berpartisipasi dalam rapat dan melakukan pekerjaan yang didelegasikan kepada mereka dalam proses penasihatan dan pengambilan keputusan.
• Mengikuti rapat secara teratur, menyampaikan informasi, pandangan, dan tanggapan dengan berbagai cara yang dimungkinkan
• Secara teratur menyampaikan informasi perkembangan pelaksaan tugas panitia kepada pihak-pihak berkepentingan yang diwakilinya. 


MENGORGANISASI DAN MENYIAPKAN RAPAT

Penyelenggaraan rapat cukup merepotkan Pemimpin. Untuk memastikan tidak ada tugas yang terlewati, ada gunanya merencanakan rapat dengan sebaik-baiknya. Sangat berguna menggunakan daftar/seranai periksa yang memuat semua pekerjaan dan waktu penyelesaiannya sebelum, pada waktu, dan sesudah rapat. 

RINGKASAN

Dalam unit ini telah dibahas sejumlah masalah dan manfaat rapat. Pemimpin menggunakan waktu cukup banyak untuk menghadiri atau menyelenggarakan rapat. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menggunakan waktu Anda secara efisien dalam urusan rapat ini. Sebagai sarana manajemen, Anda akan menemukan menginformasikan anggota tentang berbagai kegiatan, memotivasi semangat tim, mengkoordinasikan kegiatan, memecahkan masalah, dan membangun tim kerja yang kohesif. Namun, tanpa perencanaan yang baik rapat juga dapat berarti pemborosan dana, waktu, tenaga dan pikiran.